Jumat, 22 Agustus 2025

Cara Mencegah Penyakit CRD pada Ayam

Cara Mencegah Penyakit CRD pada Ayam

Cara Mencegah Penyakit CRD pada Ayam

Aku masih inget jelas, pertama kali ngalamin CRD di kandang ayam ras broiler, rasanya kayak mimpi buruk. Ayam batuk, ngorok, ada lendir di hidung, bulu kusam, pertumbuhan lambat. Padahal waktu itu aku udah ngerasa manajemen kandangku cukup oke. Tapi kenyataannya, dalam 2 minggu, hampir 20% ayam kena gejala. Mortalitas sih nggak terlalu tinggi, tapi FCR (Feed Conversion Ratio) langsung kacau. Pakan banyak habis, bobot nggak nambah. Rugi banget.

Dari pengalaman itu, aku belajar kalau CRD bukan cuma soal obat atau vaksin. Yang lebih penting justru manajemen kandang. Karena kuncinya ada di pencegahan, bukan pengobatan. Dan ini yang sering dilupain peternak pemula kayak aku dulu.

Apa Itu CRD dan Kenapa Berbahaya?

CRD disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan, bikin ayam susah bernapas. Gejalanya biasanya ngorok, bersin, keluar lendir dari hidung, dan kadang disertai infeksi sekunder seperti E. coli yang bikin makin parah.

Kalau sudah kena CRD, penyembuhannya susah. Bisa dikasih antibiotik, tapi hasilnya tidak maksimal. Ayam tetap jadi carrier, artinya masih bisa menularkan penyakit ke ayam lain. Jadi kalau mau serius di peternakan unggas, kuncinya adalah mencegah sejak awal.

Kesalahan yang Pernah Aku Lakukan

  • Ventilasi kandang buruk: Kandang terlalu rapat biar hangat, akibatnya amonia dari kotoran menumpuk. Bau menyengat, ayam gampang stres, akhirnya CRD gampang muncul.
  • Kelembapan kandang terlalu tinggi: Minum ayam sering tumpah, sekam jadi lembab. Ini memicu bakteri dan jamur berkembang.
  • Kepadatan terlalu tinggi: Memasukkan ayam lebih banyak dari kapasitas kandang bikin stres dan sirkulasi udara buruk.
  • Biosecurity diabaikan: Keluar masuk kandang tanpa ganti sandal atau cuci tangan. Ini cara tercepat bawa penyakit ke kandang.

Manajemen Kandang untuk Mencegah CRD

1. Ventilasi Kandang yang Baik

Udara segar itu kunci. Buat ventilasi silang agar aliran udara lancar. Posisi kandang sebaiknya timur-barat supaya sinar pagi masuk tapi tidak panas di siang hari.

2. Kontrol Suhu dan Kelembapan

  • DOC (hari pertama): 32–34°C
  • Minggu ke-2: 29–31°C
  • Minggu ke-4: 25–28°C

Kelembapan ideal 60–70%. Ganti sekam basah secara rutin.

3. Kepadatan Ayam Ideal

  • Broiler: 8–10 ekor/m²
  • Layer: 5–6 ekor/m²

4. Biosecurity Ketat

Pakai foot bath, ganti sandal, semprot desinfektan sebelum masuk kandang.

Biosecurity ketat adalah langkah pencegahan untuk melindungi ternak dari penyakit menular. Caranya meliputi pembatasan akses ke kandang, penggunaan desinfektan pada peralatan, serta menjaga kebersihan pekerja dan lingkungan. Dengan penerapan biosecurity yang disiplin, risiko wabah dapat ditekan, produktivitas ternak tetap terjaga, dan kerugian ekonomi dapat dihindari.

5. Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang adalah kunci menjaga kesehatan ternak. Kotoran yang menumpuk dapat menjadi sumber penyakit dan bau tidak sedap. Bersihkan kandang secara rutin, ganti alas, serta pastikan sirkulasi udara baik. Semprotkan desinfektan untuk membunuh bakteri. Kandang yang bersih tidak hanya membuat hewan sehat, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kenyamanan.

Semprot desinfektan rutin dan cuci tempat pakan-minum secara berkala.

6. Vaksinasi Tepat Waktu

Vaksinasi tepat waktu pada ternak sangat penting untuk mencegah penyakit menular yang dapat menurunkan produktivitas. Dengan jadwal vaksin yang sesuai, kekebalan ternak terbentuk optimal sehingga risiko kematian berkurang. Peternak wajib mengikuti panduan vaksinasi sejak dini agar kesehatan ternak terjaga dan hasil usaha lebih maksimal.

Vaksin ND-IB penting untuk mencegah komplikasi CRD.

Tips Praktis yang Bisa Dicoba

Kesimpulan

Pemeliharaan ternak yang baik membutuhkan manajemen pakan, kesehatan, dan lingkungan yang optimal. Kombinasi nutrisi seimbang, pengendalian penyakit, serta perawatan kandang yang higienis akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan hewan. Peternak harus konsisten menerapkan praktik modern agar hasil ternak lebih berkualitas dan menguntungkan.

CRD bisa dicegah dengan manajemen kandang yang baik. Fokus pada ventilasi, biosecurity, kebersihan, dan vaksinasi. Mencegah lebih murah dan efektif daripada mengobati.


Referensi:

0 Comments:

Posting Komentar