Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label Infeksius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infeksius. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2026

Penyakit Puyuh Paling Berbahaya : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penyakit Puyuh Paling Berbahaya : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Newcastle-Disease-Pada-Unggas
Penyakit Puyuh Paling Berbahaya

Beternak puyuh terlihat sederhana, tetapi kenyataannya banyak peternak mengalami kerugian besar akibat penyakit. Puyuh termasuk unggas yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, sanitasi yang buruk, serta manajemen pakan yang tidak tepat. Jika penyakit tidak ditangani dengan cepat, kematian bisa terjadi secara massal dalam waktu singkat.

Artikel ini membahas penyakit puyuh paling berbahaya, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya, sehingga peternak bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Newcastle Disease (Tetelo)

Newcastle Disease, atau yang akrab disebut Tetelo, adalah bayang-bayang sunyi yang sering menghampiri kandang unggas. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan, pencernaan, hingga saraf ayam. Gejalanya sering tampak menyedihkan: ayam lemah, diare kehijauan, hingga leher terpuntir seakan kehilangan arah. Penularannya sangat cepat, seperti angin yang tak terlihat namun terasa. Dalam waktu singkat, wabah dapat merenggut banyak nyawa unggas. Karena itu, vaksinasi, kebersihan kandang, dan manajemen peternakan yang baik menjadi benteng utama melawannya. Dengan pengetahuan dan kewaspadaan, peternak dapat menjaga ternaknya tetap sehat, dan kehidupan di kandang pun kembali berdenyut penuh harapan.

Gejala

  • Beberapa tanda puyuh terkena ND antara lain:
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Puyuh terlihat lemas dan sering menyendiri
  • Leher terpelintir (tortikolis)
  • Keluar lendir dari paruh
  • Diare berwarna hijau
  • Produksi telur menurun tajam

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxovirus yang sangat mudah menular melalui :
  • Udara
  • Kotoran unggas
  • Air minum yang terkontaminasi
  • Peralatan kandang
  • Virus juga bisa menyebar melalui manusia yang keluar masuk kandang tanpa sanitasi.

Cara Mengatasi

Sayangnya, penyakit ini tidak memiliki obat khusus. Namun langkah berikut dapat dilakukan :

  • Pisahkan puyuh yang sakit dari kandang utama
  • Berikan vitamin dan elektrolit untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Lakukan vaksinasi ND secara rutin
  • Semprot kandang dengan desinfektan secara berkala
Untuk pencegahan lebih lanjut, peternak juga perlu memperhatikan manajemen kesehatan unggas dan biosekuriti kandang agar penyebaran virus dapat ditekan.

Pullorum (Berak Kapur)

https://saung-ternak74.blogspot.com/2020/08/penyebab-pullorum-desease.html, yang sering disebut berak kapur, adalah penyakit yang diam-diam menggerogoti kehidupan unggas muda. Kotorannya berwarna putih seperti kapur, lengket di sekitar kloaka, seolah meninggalkan tanda duka di tubuh kecil mereka. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum yang menular cepat melalui telur, pakan, atau lingkungan kandang yang kurang bersih. Anak ayam atau puyuh biasanya tampak lemah, bulunya kusam, dan sering berkumpul mencari kehangatan. Pencegahan menjadi harapan terbaik: menjaga kebersihan kandang, memilih bibit sehat, serta memperhatikan kualitas pakan dan air minum. Dengan perawatan penuh perhatian, kehidupan kecil itu masih bisa diselamatkan dari bayang-bayang penyakit.

Gejala

  • Kotoran berwarna putih seperti kapur
  • Bulu sekitar dubur kotor dan menggumpal
  • Nafsu makan menurun
  • Puyuh terlihat mengantuk dan lemah
  • Pertumbuhan terhambat
  • Pada puyuh anakan, kematian bisa terjadi cukup tinggi.

Penyebab

  • Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum yang dapat menular melalui:
  • Telur dari induk yang terinfeksi
  • Air minum tercemar
  • Lingkungan kandang yang kotor
  • Sanitasi yang buruk merupakan faktor utama berkembangnya bakteri ini.

Cara Mengatasi

  • Langkah penanganan yang bisa dilakukan:
  • Berikan antibiotik sesuai anjuran dokter hewan
  • Bersihkan kandang secara menyeluruh
  • Ganti air minum setiap hari
  • Pisahkan puyuh yang sakit
Selain itu, menjaga kualitas pakan juga sangat penting agar daya tahan tubuh puyuh tetap kuat.

Snot atau Coryza (Pilek pada Puyuh)

Snot atau coryza pada puyuh adalah penyakit pernapasan yang sering datang perlahan, seperti kabut pagi yang menyelimuti kandang. Awalnya hanya bersin kecil dan lendir tipis di hidung, namun lama-kelamaan puyuh terlihat lesu, matanya berair, dan nafasnya terdengar berat. Penyakit ini biasanya dipicu oleh bakteri yang berkembang di lingkungan kandang yang lembap dan kurang bersih. Jika dibiarkan, produksi telur bisa menurun dan pertumbuhan puyuh terhambat. Karena itu, kebersihan kandang, sirkulasi udara yang baik, serta nutrisi yang cukup menjadi benteng pertama untuk melindungi puyuh dari pilek yang tampak sederhana, tetapi dapat merenggut kesehatan ternak secara perlahan.

Gejala

  • Hidung berlendir
  • Mata bengkak
  • Puyuh sering bersin
  • Nafas terdengar ngorok
  • Nafsu makan menurun

Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat ke seluruh kandang.

Penyebab

Snot disebabkan oleh bakteri Haemophilus gallinarum yang berkembang pada kondisi kandang:
  • Lembap
  • Ventilasi buruk
  • Kepadatan terlalu tinggi
  • Kandang yang jarang dibersihkan juga mempercepat penyebaran penyakit ini.

Cara Mengatasi

  • Beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan:
  • Berikan antibiotik khusus penyakit pernapasan
  • Tingkatkan ventilasi kandang
  • Kurangi kepadatan puyuh dalam kandang
  • Tambahkan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Peternak juga disarankan mempelajari cara menjaga kualitas udara di kandang puyuh agar penyakit pernapasan tidak mudah muncul.

Cacingan

Cacingan sering datang diam-diam, seperti bayangan tipis di balik kesehatan ternak. Pada puyuh, penyakit ini perlahan menggerogoti kekuatan tubuhnya. Nafsu makan menurun, bulu tampak kusam, dan tubuh kecil itu semakin kurus hari demi hari. Parasit yang hidup di dalam usus mengambil nutrisi yang seharusnya menjadi tenaga dan kehidupan. Bagi peternak, melihat ternak melemah tentu menghadirkan rasa cemas. Namun harapan selalu ada. Dengan kebersihan kandang yang terjaga, pakan bergizi, serta pemberian obat cacing secara berkala, ancaman ini dapat dicegah. Merawat puyuh bukan sekadar memberi makan, tetapi juga menjaga kesehatan mereka agar tetap kuat dan produktif.

Gejala

  • Puyuh kurus meskipun makan banyak
  • Bulu kusam
  • Produksi telur menurun
  • Puyuh terlihat lesu
  • Jika dibiarkan terlalu lama, puyuh bisa mengalami gangguan pertumbuhan.

Penyebab

  • Infeksi cacing biasanya berasal dari:
  • Lantai kandang yang kotor
  • Pakan tercemar telur cacing
  • Air minum yang tidak higienis
Lingkungan kandang yang lembap juga mempercepat perkembangan telur cacing.

Cara Mengatasi

  • Penanganan yang dapat dilakukan antara lain:
  • Berikan obat cacing khusus unggas
  • Bersihkan kandang secara rutin
  • Ganti alas kandang secara berkala
  • Pastikan pakan tersimpan dengan baik
Peternak juga bisa membaca panduan manajemen pakan puyuh yang sehat untuk mencegah gangguan pencernaan.

Avian Influenza (Flu Burung)

Avian Influenza, yang sering disebut flu burung, adalah penyakit virus yang menyerang unggas dengan cepat dan diam-diam. Ia datang seperti bayangan yang tak terlihat, menyusup melalui udara, air, dan pertemuan antar burung. Ayam, bebek, hingga puyuh bisa menjadi korban dalam waktu singkat. Gejalanya sering dimulai dari lesu, nafsu makan menurun, hingga kematian mendadak yang membuat kandang seketika sunyi. Bagi peternak, flu burung bukan hanya penyakit, tetapi ujian kesabaran dan kewaspadaan. Karena itu, kebersihan kandang, biosekuriti, dan pengawasan kesehatan ternak menjadi perisai penting untuk menjaga kehidupan kecil itu tetap bernapas di bawah matahari pagi.

Gejala

  • Puyuh tiba-tiba mati tanpa gejala jelas
  • Nafsu makan hilang
  • Pembengkakan pada kepala
  • Diare
  • Produksi telur berhenti
Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyebar dengan sangat cepat.

Penyebab

  • Avian Influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A yang menular melalui:
  • Kontak dengan unggas terinfeksi
  • Kotoran unggas
  • Air minum
  • Peralatan kandang
Burung liar juga sering menjadi pembawa virus ini.

Cara Mengatasi

Jika ditemukan gejala flu burung :
  • Segera isolasi puyuh yang sakit
  • Lakukan desinfeksi kandang
  • Laporkan kepada petugas kesehatan hewan
  • Hentikan lalu lintas orang di sekitar kandang
Pencegahan terbaik adalah biosekuriti kandang yang ketat dan sanitasi rutin.

Cara Mencegah Penyakit pada Puyuh

Menjaga kesehatan puyuh dimulai dari hal sederhana: kandang yang bersih, pakan bergizi, dan air minum yang segar. Berikan vitamin secara berkala, jaga sirkulasi udara, serta hindari kepadatan berlebih. Dengan perhatian dan ketelatenan, puyuh akan tumbuh kuat, bertelur penuh harapan, dan kandang pun tetap hidup oleh denyut kehidupan kecil yang sehat.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah penting agar puyuh tetap sehat:

Menjaga Kebersihan Kandang

Menjaga kebersihan kandang adalah bentuk kasih pada ternak yang kita rawat setiap hari. Lantai yang bersih, udara yang segar, dan pakan yang terjaga menjadi pelindung sunyi dari penyakit. Di kandang yang terawat, kehidupan tumbuh lebih sehat. Dari sana, harapan peternak pun bersemi—tenang, kuat, dan penuh keberkahan setiap hari.

Manajemen Pakan yang Baik

Manajemen pakan yang baik adalah napas kehidupan bagi ternak. Dari butiran pakan yang sederhana, tumbuh kekuatan, kesehatan, dan harapan panen yang melimpah. Pakan yang seimbang, bersih, dan teratur menjaga tubuh ternak tetap kuat menghadapi hari. Di tangan peternak yang teliti, setiap butir pakan menjadi janji masa depan yang lebih subur dan berkelanjutan.

Vaksinasi Rutin

Vaksinasi rutin adalah perisai sunyi bagi ternak yang kita rawat setiap hari. Di balik tetes kecil vaksin, tersimpan harapan agar ayam tetap kuat, sehat, dan jauh dari wabah penyakit. Peternak yang bijak memahami bahwa pencegahan selalu lebih berharga daripada penyesalan. Dengan vaksinasi teratur, kandang tetap hidup, dan masa depan peternakan terus berdenyut.Vaksin sangat penting untuk mencegah penyakit menular seperti Newcastle Disease.

Biosekuriti Kandang

Biosekuriti kandang adalah benteng sunyi yang menjaga kehidupan di balik pagar peternakan. Ia hadir dalam kebersihan, disiplin, dan perhatian kecil yang sering tak terlihat. Dengan membatasi lalu lintas, membersihkan peralatan, dan menjaga lingkungan tetap sehat, peternak menanam perlindungan bagi ternaknya—sebuah ikhtiar sederhana agar penyakit tak menemukan jalan masuk ke dalam kandang.

Monitoring Kesehatan

Monitoring kesehatan puyuh adalah seni membaca tanda-tanda kehidupan yang halus. Setiap gerak, nafas, dan nafsu makan menjadi pesan yang tak boleh diabaikan. Dengan pengamatan rutin, peternak dapat mengenali gejala penyakit sejak dini. Dari perhatian kecil itu, kesehatan ternak terjaga, dan kandang kembali dipenuhi kehidupan yang tenang, kuat, serta penuh harapan bagi masa panen.

Kesimpulan

Di balik tubuh kecil burung puyuh, tersembunyi kehidupan yang rapuh namun penuh harapan. Penyakit dapat datang tanpa tanda, mengganggu keseimbangan yang selama ini dijaga oleh kerja keras peternak. Namun pengetahuan adalah cahaya yang menuntun langkah. Dengan memahami gejala penyakit, menjaga kebersihan kandang, serta memberikan pakan dan perawatan yang tepat, peternak dapat melindungi ternaknya dari ancaman yang tak terlihat. Setiap usaha kecil yang dilakukan hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap kehidupan yang kita rawat. Pada akhirnya, kandang yang sehat bukan hanya menghasilkan telur, tetapi juga menyimpan cerita tentang ketekunan, harapan, dan keberlangsungan kehidupan.
Penyakit pada puyuh dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak ditangani dengan cepat. Beberapa penyakit paling berbahaya yang sering menyerang puyuh antara lain :
  • Newcastle Disease (Tetelo)
  • Pullorum (Berak Kapur)
  • Snot atau Coryza
  • Cacingan
  • Avian Influenza
Dengan manajemen kandang yang baik, sanitasi rutin, serta pemberian pakan berkualitas, risiko penyakit dapat ditekan secara signifikan.

Bagi peternak puyuh, memahami gejala dan cara penanganan penyakit adalah langkah penting untuk menjaga produktivitas ternak tetap optimal.

Jumat, 22 Agustus 2025

Penyakit CRD pada Unggas : Ancaman Sunyi yang Menggerogoti Pernapasan Ayam

Penyakit CRD pada Unggas : Ancaman Sunyi yang Menggerogoti Pernapasan Ayam

Di pagi yang seharusnya riuh oleh kokok ayam dan kepakan sayap, kadang terdengar suara lain yang lebih lirih—napas berat yang tertahan di dada seekor unggas. Peternak yang peka akan segera menyadari: ada sesuatu yang tidak beres di kandang. Di antara berbagai penyakit unggas, CRD (Chronic Respiratory Disease) adalah salah satu musuh paling licik. Ia tidak selalu datang dengan kematian mendadak, tetapi merayap perlahan, melemahkan produktivitas, dan menguras keuntungan peternak.

Penyakit ini sering dianggap sepele pada awalnya. Namun dalam dunia peternakan modern, CRD adalah penyakit respirasi kronis yang mampu menurunkan performa produksi telur, memperlambat pertumbuhan ayam pedaging, bahkan membuka pintu bagi infeksi sekunder yang lebih mematikan.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang penyakit CRD pada unggas, mulai dari penyebab, gejala, cara penularan, hingga strategi pencegahan yang efektif agar peternakan tetap sehat dan produktif.

Apa Itu Penyakit CRD pada Unggas?

CRD (Chronic Respiratory Disease) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan kronis pada unggas yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Bakteri ini menyerang jaringan pernapasan seperti :

  • Rongga hidung
  • Trakea
  • Kantung udara (air sac)
  • Paru-paru

Penyakit ini dapat menyerang berbagai jenis unggas, seperti :

  • Ayam pedaging (broiler)
  • Ayam petelur (layer)
  • Ayam kampung
  • Kalkun
  • Burung puyuh

Yang membuat CRD berbahaya adalah sifatnya yang kronis dan mudah menyebar di lingkungan kandang dengan kepadatan tinggi.

Dalam kondisi tertentu, CRD sering muncul bersama penyakit lain seperti :

  1. Kolibasilosis
  2. Infectious Bronchitis
  3. Newcastle Disease

Ketika infeksi tersebut terjadi bersamaan, kondisi ini sering disebut CRD kompleks, yang jauh lebih sulit ditangani.

Penyebab Utama Penyakit CRD

Penyebab utama serangan penyakit CRD pada unggas adalah bakteri Mycoplasma gallisepticum yang menyerang saluran pernapasan ayam dan burung lainnya. Infeksi ini menimbulkan gejala ngorok, batuk, mata berair, serta pertumbuhan terhambat. Penyakit mudah menyebar melalui udara, kontak langsung, atau peralatan kandang yang terkontaminasi. Manajemen kandang yang bersih dan biosekuriti ketat sangat penting untuk mencegah wabah dan menjaga kesehatan ternak unggas tetap produktif.Karena itu, bakteri ini memiliki beberapa karakteristik khusus :

  • Mudah beradaptasi di jaringan pernapasan
  • Sulit dideteksi pada fase awal
  • Tahan terhadap beberapa jenis antibiotik

Bakteri ini hidup di lendir saluran pernapasan dan berkembang pesat ketika kondisi kandang tidak ideal.

Faktor Pemicu Munculnya CRD

CRD pada unggas sering muncul diam-diam, dipicu oleh kandang lembap, ventilasi buruk, dan kepadatan ternak berlebih. Stres akibat perubahan cuaca, pakan berkualitas rendah, serta kebersihan kandang yang terabaikan memperlemah daya tahan tubuh ayam. Dalam kondisi rapuh itu, bakteri mudah menyerang saluran pernapasan, menyalakan penyakit yang perlahan menggerogoti kesehatan dan produktivitas ternak. CRD sering kali muncul karena kombinasi beberapa faktor lingkungan, antara lain:

Ventilasi Kandang Buruk

Ventilasi kandang yang buruk adalah senyap yang memerangkap bahaya. Udara pengap, amonia menumpuk, dan debu beterbangan perlahan melemahkan tubuh unggas. Nafas mereka menjadi berat, penyakit mudah datang, produksi pun menurun. Tanpa aliran udara yang baik, kandang berubah dari tempat perlindungan menjadi sumber penderitaan. 

Ventilasi yang cukup adalah nafas kehidupan bagi ternak. Kepadatan Kandang Tinggi Semakin padat populasi ayam, semakin cepat penyakit menyebar melalui :

  • Udara
  • Debu
  • Percikan lendir

Perubahan Cuaca Ekstrem

Perubahan cuaca ekstrem datang seperti pesan alam yang keras namun jujur. Hujan deras tiba tanpa peringatan, panas menyengat membakar tanah, dan angin kencang merobek ketenangan desa. Bagi petani dan peternak, langit yang tak menentu menjadi ujian harapan. Di baliknya tersimpan peringatan: manusia harus kembali bersahabat dengan alam sebelum keseimbangan benar-benar hilang dari bumi.

Nutrisi Tidak Seimbang

Nutrisi tidak seimbang sering menjadi akar masalah kesehatan ternak. Kekurangan protein, vitamin, atau mineral membuat tubuh lemah, pertumbuhan terhambat, dan produksi menurun. Sebaliknya, kelebihan nutrisi tertentu juga dapat mengganggu metabolisme. Pakan yang tepat ibarat napas kehidupan : menyehatkan, menumbuhkan, dan menjaga keseimbangan tubuh agar ternak tetap kuat, produktif, serta mampu menghadapi tekanan lingkungan. Ayam yang kekurangan vitamin terutama :

  1. Vitamin A
  2. Vitamin C
  3. Vitamin E

lebih rentan terhadap infeksi pernapasan.

Gejala Penyakit CRD pada Unggas

Salah satu kesulitan dalam menangani CRD adalah gejalanya sering terlihat ringan pada tahap awal. Namun jika diperhatikan dengan cermat, beberapa tanda berikut sering muncul.

Bunyi Ngorok Saat Bernapas

Ayam yang terkena CRD biasanya mengeluarkan suara :

  1. "Ngorok"
  2. Napas berbunyi
  3. Seperti tersumbat 

Gejala ini paling jelas terdengar pada malam hari ketika kandang lebih tenang.

Keluar Lendir dari Hidung

Bunyi ngorok saat bernapas pada unggas sering menjadi tanda awal gangguan pernapasan. Suara kasar itu muncul ketika saluran napas meradang atau dipenuhi lendir. Ayam atau puyuh tampak terengah, lemah, dan nafsu makan menurun. Jika dibiarkan, penyakit dapat menyebar cepat di kandang, menggerus kesehatan ternak serta harapan panen peternak. Hidung ayam terlihat basah dan kadang terdapat lendir kental.

Pada kasus berat :

  1. Lendir mengering
  2. Menempel di sekitar lubang hidung

Mata Berair atau Bengkak

Mata berair atau bengkak pada ayam sering menjadi tanda awal gangguan kesehatan. Infeksi bakteri, virus, debu kandang, atau amonia yang tinggi dapat mengiritasi mata. Ayam terlihat sering mengedip, menggosok mata, bahkan sulit melihat pakan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi serius. Menjaga kebersihan kandang, sirkulasi udara, dan pakan bergizi membantu mencegah masalah mata pada ayam sejak dini selalu. Infeksi dapat menyebabkan :

  1. Mata berair
  2. Kelopak mata bengkak
  3. Konjungtivitis

Pada ayam petelur, kondisi ini sering membuat ayam tampak lesu dan tidak aktif.

Nafsu Makan Menurun

Nafsu makan menurun pada unggas sering menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan. Ayam yang biasanya rakus tiba-tiba hanya mematuk sedikit pakan, seolah tubuhnya kehilangan semangat hidup. Penyebabnya bisa beragam: infeksi penyakit, stres lingkungan, perubahan cuaca, atau kualitas pakan yang buruk. Peternak perlu segera mengamati gejala lain agar penanganan cepat dilakukan sebelum kondisi semakin memburuk. Ayam yang sakit cenderung:

  1. Malas makan
  2. Lebih banyak diam
  3. Terlihat kurus

Pada ayam broiler, hal ini menyebabkan pertumbuhan terhambat.

Penurunan Produksi Telur

Pada ayam petelur, CRD sering menyebabkan :

  1. Produksi telur turun drastis
  2. Kualitas cangkang menurun
  3. Telur menjadi kecil

Kerugian ekonomi dari gejala ini bisa sangat besar.

Cara Penularan Penyakit CRD

Penyakit CRD sangat mudah menyebar dalam populasi unggas. Penularannya dapat terjadi melalui beberapa jalur.

Penularan Horizontal

Ini adalah penularan dari ayam ke ayam melalui :

  1. Udara
  2. Percikan lendir
  3. Pakan dan air minum yang terkontaminasi
  4. Peralatan kandang

Debu kandang juga bisa menjadi media penyebaran bakteri.

Penularan Vertikal

Penularan vertikal terjadi ketika induk ayam yang terinfeksi menularkan bakteri ke anaknya melalui telur,  Akibatnya :

  1. DOC sudah membawa bakteri sejak menetas 
  2. Penyakit muncul saat ayam mulai stres

Dampak Ekonomi Penyakit CRD

Penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD) pada unggas dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak. Infeksi ini menurunkan pertumbuhan ayam, meningkatkan konsumsi pakan, serta menurunkan produksi telur. Selain itu, biaya pengobatan dan angka kematian yang meningkat membuat keuntungan usaha peternakan berkurang secara drastis jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa dampak utama antara lain :

Pertumbuhan Ayam Terhambat - Pertumbuhan ayam yang terhambat sering disebabkan oleh pakan berkualitas rendah, penyakit, manajemen kandang yang buruk, atau kepadatan populasi berlebihan. Kondisi ini membuat ayam lambat mencapai bobot ideal dan menurunkan produktivitas. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian nutrisi seimbang, sanitasi kandang yang baik, serta pengawasan kesehatan secara rutin agar ayam tumbuh optimal dan sehat.

  1. Bobot panen lebih rendah
  2. Konversi pakan buruk

Produksi Telur Menurun - Produksi telur pada unggas sering mengalami penurunan akibat berbagai faktor, seperti kualitas pakan yang buruk, stres lingkungan, penyakit, atau manajemen kandang yang kurang baik. Perubahan cuaca ekstrem dan kekurangan nutrisi juga dapat memengaruhi produktivitas ayam. Oleh karena itu, peternak perlu menjaga pakan seimbang, kebersihan kandang, serta kesehatan unggas agar produksi telur tetap stabil, 10% – 30% Dalam skala peternakan besar, angka ini sangat merugikan.

Biaya Pengobatan Tinggi - Biaya pengobatan sering menjadi beban berat bagi banyak keluarga. Saat seseorang sakit, biaya konsultasi dokter, obat-obatan, hingga perawatan di rumah sakit bisa meningkat dengan cepat. Tanpa persiapan keuangan atau asuransi kesehatan, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi keluarga. Oleh karena itu, penting memiliki dana darurat serta menjaga pola hidup sehat, Beberapa antibiotik yang sering digunakan antara lain :

  1. Tylosin
  2. Tiamulin
  3. Enrofloxacin
  4. Doxycycline

Pengobatan biasanya diberikan melalui :

  1. Air minum
  2. Pakan

Terapi Pendukung - Terapi pendukung adalah langkah perawatan yang bertujuan membantu tubuh mempercepat proses pemulihan dari penyakit. Bentuknya bisa berupa pemberian nutrisi seimbang, vitamin, cairan, serta manajemen lingkungan yang nyaman dan bersih. Terapi ini tidak selalu menyembuhkan langsung, tetapi sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan secara alami. Selain antibiotik, terapi tambahan juga penting untuk mempercepat pemulihan :

  1. Vitamin C
  2. Vitamin A
  3. Elektrolit
  4. Probiotik

Strategi Pencegahan CRD di Peternakan

CRD atau Chronic Respiratory Disease pada unggas dapat dicegah dengan manajemen kandang yang baik. Pastikan ventilasi cukup, kepadatan ternak tidak berlebihan, serta kebersihan kandang terjaga. Berikan pakan berkualitas dan air minum bersih. Lakukan vaksinasi serta biosekuriti ketat untuk mencegah penyebaran penyakit. Monitoring kesehatan ternak secara rutin juga penting, Manajemen Kandang yang Baik memiliki :

  1. Ventilasi cukup
  2. Vepadatan populasi ideal
  3. Vebersihan terjaga

Biosecurity Ketat

Biosecurity ketat merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan ternak dari ancaman penyakit. Dengan membatasi akses orang, kendaraan, dan peralatan yang masuk ke area kandang, risiko penularan patogen dapat ditekan. Disinfeksi rutin, karantina ternak baru, serta kebersihan lingkungan menjadi kunci utama menjaga produktivitas dan keberlangsungan usaha peternakan. Biosecurity bukan pilihan, melainkan kebutuhan.desinfeksi kandang

  1. Pembatasan tamu
  2. Penggunaan alas kaki khusus

Program Vaksinasi

Walaupun vaksin CRD tidak selalu digunakan di semua peternakan, beberapa wilayah menerapkan vaksin Mycoplasma untuk menekan risiko infeksi. Infomasi Jadwal Vaksin

Pemberian Nutrisi Berkualitas

Pakan berkualitas tinggi dengan kandungan vitamin dan mineral yang cukup akan membantu ayam :

  1. Tumbuh optimal
  2. Memiliki sistem imun kuat

Manajemen Lingkungan untuk Mencegah CRD

Lingkungan kandang memegang peranan penting dalam pencegahan penyakit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kelembaban ideal 60–70%
  2. Suhu stabil
  3. Litter tidak terlalu basah

Litter yang basah menghasilkan gas amonia, musuh utama sistem pernapasan ayam.

Perbedaan CRD dengan Penyakit Pernapasan Lain

Chronic Respiratory Disease (CRD) pada unggas disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum dan biasanya berlangsung kronis dengan gejala napas ngorok, batuk, serta pertumbuhan terhambat. Berbeda dengan Avian Influenza atau Newcastle Disease yang disebabkan virus dan sering menimbulkan kematian cepat serta gejala sistemik lebih berat.

Berikut beberapa perbandingan sederhana.

Penyakit Gejala Utama
CRD Ngorok kronis
Newcastle Disease Kelumpuhan
Infectious Bronchitis Produksi telur turun drastis
Coryza Bau menyengat dari hidung

Memahami perbedaan ini membantu peternak menentukan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Di balik hiruk-pikuk kandang unggas, penyakit sering datang seperti bayangan—tidak selalu terlihat, tetapi perlahan merusak keseimbangan kehidupan di dalamnya. Penyakit CRD pada unggas adalah contoh nyata bagaimana infeksi kronis dapat menggerogoti produktivitas tanpa banyak tanda dramatis.

Bakteri Mycoplasma gallisepticum menyerang sistem pernapasan ayam, menimbulkan gejala seperti ngorok, mata berair, hingga penurunan produksi telur. Penyakit ini menyebar dengan mudah melalui udara, kontak langsung, bahkan melalui telur dari induk yang terinfeksi.

Namun ancaman ini bukan tanpa jawaban. Manajemen kandang yang baik, biosecurity ketat, nutrisi seimbang, dan deteksi dini adalah kunci utama untuk menekan dampak CRD. Dengan perhatian yang teliti dan perawatan yang tepat, peternak dapat menjaga kesehatan unggas sekaligus mempertahankan produktivitas kandang.

Pada akhirnya, kesehatan unggas bukan hanya soal obat dan vaksin, tetapi tentang harmoni antara lingkungan, nutrisi, dan manajemen yang bijaksana. Dari kandang yang bersih dan udara yang segar, kehidupan unggas dapat tumbuh lebih kuat—dan peternak pun dapat memanen hasil dengan hati yang tenang.


Rabu, 09 Oktober 2024

Infeksi Bronkitis pada Burung Puyuh : Kisah, Tantangan, dan Pelajaran dari Kandang Saya Sendiri

Infeksi Bronkitis pada Burung Puyuh : Kisah, Tantangan, dan Pelajaran dari Kandang Saya Sendiri

Infeksi Bronkitis

Saung Ternak Mandiri - Jujur saja, saya nggak pernah menyangka kalau beternak burung puyuh itu bisa jadi serumit ini. Ketika pertama kali memutuskan untuk beternak puyuh, bayangan saya hanyalah telur kecil-kecil yang dipanen tiap hari, suara "kriuk" puyuh yang merdu, dan perawatan yang nggak terlalu ribet. Tapi, siapa sangka salah satu tantangan terbesar datang dari penyakit bronkitis? Ini bener-bener bikin saya mikir ulang dan belajar banyak tentang bagaimana menjaga kesehatan ternak yang kelihatannya kecil tapi sebenarnya cukup rentan ini.

Awal Mula Masalah : Gejala yang Mengejutkan

Semuanya dimulai beberapa bulan yang lalu. Saya perhatikan ada beberapa puyuh yang kelihatan agak lesu nggak selincah biasanya. Mereka terlihat lebih suka ngumpet di sudut kandang, nafsu makan berkurang, dan bahkan ada yang sering batuk (ya, burung bisa batuk!). Suaranya juga beda, lebih serak, dan ada semacam bunyi "ngok-ngok" yang nggak normal. Saat itu, saya pikir mereka cuma stres karena perubahan cuaca—suhu di kandang memang lagi naik-turun drastis.

Tapi ketika semakin banyak burung yang menunjukkan gejala serupa, saya mulai panik. Telur yang biasanya banyak jadi berkurang drastis. Ini bukan cuma soal kesehatan burungnya, tapi juga soal bisnis. Produksi telur turun artinya pemasukan berkurang, sedangkan biaya pakan jalan terus. Itulah momen pertama saya berpikir, "Kayaknya ini lebih serius dari yang saya kira."

Bronkitis Infeksius : Pelajaran Pertama dari Veteriner

Setelah akhirnya memutuskan untuk konsultasi dengan seorang dokter hewan, saya baru tahu kalau burung puyuh saya terkena bronkitis infeksius. Ini adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus, dan ternyata cukup umum terjadi pada unggas, termasuk puyuh. Saya awalnya nggak menyangka kalau penyakit pernapasan seperti ini bisa menyerang burung puyuh yang kelihatan tangguh. Tapi, ya, kita semua belajar dari pengalaman, bukan?

Bronkitis ini menyerang saluran pernapasan, menyebabkan burung jadi sulit bernapas, ngeluarin suara "ngok-ngok" tadi, dan bahkan membuat produksi telur mereka turun. Produksi telur yang turun bukan cuma masalah jumlah, tapi kualitasnya juga menurun—telurnya jadi lebih tipis kulitnya dan bentuknya nggak normal. Saya baru tahu kalau bronkitis bisa bikin efek sekompleks ini.

Kesalahan Saya: Kebersihan dan Ventilasi

Sekarang, kalau saya lihat ke belakang, saya sadar kalau ada beberapa kesalahan yang saya buat—dan ini mungkin juga kesalahan umum buat para peternak pemula seperti saya. Yang pertama adalah ventilasi kandang. Kandang burung puyuh saya ternyata kurang ventilasi, jadi udara di dalamnya cenderung lembab dan panas, terutama saat cuaca berubah-ubah. Ini jadi tempat yang sempurna buat virus berkembang biak.

Saya juga kurang memperhatikan kebersihan peralatan kandang, seperti tempat makan dan minum. Saya pikir selama mereka kelihatan bersih di mata, ya aman-aman aja. Padahal, ternyata virus dan bakteri bisa bertahan di tempat-tempat tersebut, bahkan kalau kita nggak lihat ada kotoran yang nempel.

Langkah Perbaikan: Lebih dari Sekadar Obat

Setelah tahu burung puyuh saya terkena bronkitis, dokter hewan ngasih beberapa saran yang benar-benar membantu saya dalam mengatasi masalah ini, dan ini adalah beberapa pelajaran penting yang saya pelajari:

Peningkatan Ventilasi: Saya langsung ngebenerin sistem ventilasi di kandang. Saya pasang beberapa kipas kecil dan bikin jendela tambahan supaya sirkulasi udara lebih baik. Dan benar aja, setelah beberapa hari, burung-burung yang tadinya kelihatan lesu mulai lebih aktif lagi. Udara segar ternyata benar-benar ngefek buat mereka.

Pembersihan dan Disinfeksi Teratur: Sekarang saya jadi lebih rajin membersihkan tempat makan dan minum, bahkan saya sempat beli disinfektan khusus unggas. Saya belajar bahwa kebersihan itu kunci, apalagi ketika berhadapan dengan penyakit yang bisa menyebar lewat udara dan kontak langsung. Setiap minggu, saya jadwalkan disinfeksi seluruh kandang—dan ini bikin perbedaan besar dalam kesehatan burung saya.

Penggunaan Probiotik: Salah satu tips yang saya dapat dari komunitas peternak unggas adalah penggunaan probiotik untuk meningkatkan kekebalan tubuh burung puyuh. Probiotik membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, yang ternyata berhubungan erat dengan daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit pernapasan. Ini semacam suplemen tambahan yang akhirnya jadi bagian dari rutinitas pemberian pakan.

Vitamin dan Antibiotik: Dalam beberapa kasus yang cukup parah, dokter hewan ngasih antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri sekunder. Tentu saja, antibiotik harus digunakan dengan hati-hati dan sesuai dengan resep. Selain itu, saya juga mulai rutin memberikan vitamin untuk meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh burung puyuh.

Frustrasi dan Keberhasilan : Kisah Kandang yang Berliku

Jujur, menangani infeksi bronkitis ini nggak mudah. Ada momen di mana saya merasa frustasi banget karena beberapa burung yang sudah dirawat dengan hati-hati ternyata nggak bertahan. Rasanya seperti usaha saya sia-sia. Tapi, dari situ juga saya jadi belajar banyak soal ketahanan dan ketelitian dalam merawat ternak.

Saya ingat betul ada satu burung puyuh yang namanya "Sipit" (karena dia punya mata yang sedikit lebih kecil). Sipit adalah salah satu burung yang paling pertama kena gejala bronkitis, dan saya udah pasrah waktu itu. Tapi, berkat perawatan yang konsisten—ventilasi lebih baik, vitamin, dan perhatian ekstra—Sipit sembuh dan sekarang malah jadi salah satu yang paling aktif di kandang. Kadang, hal-hal kecil seperti ini yang bikin hati lega dan merasa semua usaha nggak sia-sia.

Tips Praktis : Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Kalau ada satu hal yang saya pelajari dari pengalaman ini, adalah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Virus bronkitis ini menyebar dengan cepat, dan sekali burung terinfeksi, butuh waktu dan tenaga yang nggak sedikit untuk mengatasinya. Jadi, buat kamu yang mungkin baru mulai beternak puyuh atau unggas lainnya, ada beberapa hal yang bisa saya sarankan berdasarkan pengalaman pribadi :

Jaga Kebersihan Kandang : Ini klise, tapi benar. Kebersihan adalah kunci utama untuk mencegah berbagai jenis penyakit, termasuk bronkitis. Bersihkan kandang secara teratur, jangan lupa untuk mencuci tempat makan dan minum dengan disinfektan.

Ventilasi yang Baik : Udara segar penting banget. Jangan biarkan kandang terlalu pengap karena ini adalah tempat favorit virus untuk berkembang.

Pantau Burung dengan Cermat : Perhatikan tanda-tanda kecil yang mungkin menunjukkan masalah, seperti perubahan suara, batuk, atau penurunan nafsu makan. Lebih cepat kita mengenali gejala, lebih cepat pula penanganannya.

Nutrisi yang Seimbang : Berikan pakan yang seimbang dan pertimbangkan untuk menambahkan suplemen seperti probiotik atau multivitamin guna memperkuat sistem kekebalan burung.

Batasi Kontak dengan Unggas Lain : Kalau ada unggas lain yang sakit, usahakan agar tidak kontak dengan puyuh. Virus ini sangat mudah menular, jadi lebih baik berhati-hati.

Kesimpulan 

Menghadapi infeksi bronkitis pada burung puyuh benar-benar jadi pengalaman yang membuka mata saya soal betapa pentingnya menjaga kondisi lingkungan dan kesehatan ternak. Ini bukan hanya soal memberi makan dan menunggu telur, tapi lebih dari itu—bagaimana menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman agar mereka bisa tumbuh dengan baik.

Saya sadar betul, meskipun ukuran mereka kecil, burung puyuh ini punya kebutuhan yang nggak kalah kompleksnya dengan hewan ternak lain. Dan di sinilah saya belajar bahwa beternak itu sebenarnya soal merawat kehidupan, bukan sekadar mencari keuntungan. Jadi, kalau kamu tertarik untuk mulai beternak puyuh, jangan lupa untuk siap dengan semua tantangannya. Tapi percayalah, semua usaha yang kamu lakukan akan terasa sepadan saat kamu melihat mereka sehat dan berkembang biak dengan baik.

Bronkitis mungkin bukan masalah yang bisa kita hindari sepenuhnya, tapi dengan persiapan dan pencegahan yang baik, kita bisa meminimalkan dampaknya dan memastikan puyuh-puyuh kita tetap produktif dan sehat.

Kamis, 19 Januari 2023

TIPS MENJAGA KESEHATAN BURUNG PUYUH AGAR PRODUKTIVITS TINGGI

TIPS MENJAGA KESEHATAN BURUNG PUYUH AGAR PRODUKTIVITS TINGGI

Teknik Budidaya Puyuh Petelur agar senantiasa sehat, hal-hal yang perlu kita perhatikan dan dilakoni biar Budidaya Puyuh yang kita pelihara tidak mengidap penyakit dan berproduksi tinggi dan stabil, panduan menjaga kesehatan burung puyuh serta metode pendukung apa saja yang kita butuhkan  antara lain adalah :
Cleaning Program
Cleaning program bertujuan untuk membinasakan bibit penyakit yang sedang dalam fase inkubasi ( periode periode antara kandidat penyakit masuk sampai membuat isyarat klinis ). Pemberian antibiotik deng spektrum luas niscaya diperlukan serupa Therapy, Neo Meditril, Trimezyn ataupun Doctril sepanjang 3-5 hari saat sebelum peristiwa penyakit. Kalian juga dapat menggunakan jamu eksklusif peliharaan yang telah kita bahas pada tulisan sebelumnya. Yang berikan panduan serta metode biar puyuh senantiasa fit.  
Menjaga Kebersihan Kandang

Upaya melindungi kebersihan mencakup sanitasi serta desinfeksi kansertag serta peralatan. Tempat minum wajib dicuci serta didesinfeksi tiap-tiap kali gembala hendak mengubah ataupun menjejali air minum, sementara itu tempat sehinggan yang rata-rata berwujud kotak gawang berjarak lumayan dikeruk biar menghindari tumbuhnya jamur dari ransum yang embal. Pada sebagian perkara pada konsumsi tempat minum nipple, dijumpai pipa saluran yang berlumut serta menyumpal alhasil mampu berdampak pikau kurang minum sehinnga mampu membuat tubuh kehilangan cairan. Lakukan pula flushing buat membersihkan lumut ataupun biofilm yang melekat pada pipa saluran air.

Pengendalian Binatang Buas serta Bektor Penyakit

Hama yang selalu mengusik peliharaan Budidaya puyuh di antara lain tikus, kecoa, serta semut. akan tetapi, hama yang lumayan mengusik yakni tikus. Hama ini ada dimana-mana serta gampang mengenai apa saja, terhitung menebarkan kandidat penyakit sampai-sampai mampu menyantap telur Budidaya puyuh. Pencegahannya dengan merang tutup media telur pada ram kawat di lubang lubang angin baterai dan juga sering menutup pintu ruangan. Bila memanglah dibutuhkan pestisida. 

Isolasi Budidaya Puyuh Sakit

Budidaya Puyuh sakit yaitu pangkal penjangkitan bibit penyakit yang mendasar, serta hendaknya cepat dipisahkan alhasil penjangkitan mampu diminimalkan paling utama penyakit Coryza. sementara itu pikau yang mati cepat dimunculkan dari kansertag serta dimusnahkan dengan metode dikubur ataupun dibakar. 

Baca Juga : Klik disini  Jamu Buat Burung Puyuh serta Ayam

Buat Lubang Angin Yang Cukup
Keberadaan lubang angin sungguh absolut dibutuhkan, sekalipun dalam masa menyalakan. jendela berguna sebagai pintu masuk kemudian rute Angin keluar. gerakan cuaca diibaratkan serupa arus air sehingga cuaca yang masuk wajib keluar dari bagian kansertag lain yang terbuka ataupun terbentuknya perputaran cuaca.

Hal ini sungguh berguna buat Budidaya Puyuh sebab mampu menghindari kandidat penyakit yang berbaur dengan udara berkeliling di dalam ruangan. jendela hendaknya terbuka di tiap-tiap bagian.

Kecukupan Nutrisi Serta Air Minum
Air minum wajib sering cawis ataupun ad libitum. amati pula mutu air minum cakap jasmani, kimia ataupun isi mikroorganismenya. kapasitas serta mutu ransum yang dikasihkan sungguh memutuskan  pembuatan serta mutu telur pikau. Terpenuhinya kepentingan hendak nutrisi itu, hendak menciptakan telur yang berbobot, serta pula ikut bertindak dalam menambah jumlah pembuatan telur Budidaya Puyuh. Defisiensi nutrisi dalam ransum hendak kurangi kualitas telur. Salah satunya defisiensi vit D. gizi D berkorelasi dengan metabolisme kalsium, alhasil berguna dalam pendirian kandang.

Hal lain yang butuh diamati pula dalam mencukupi kepentingan nutrisi pikau di antara lain ketika menjalankan pergantian ransum ke masa sesudah itu wajib dilakoni dengan cara berantara biar peliharaan mampu sesuaikan diri dengan mutu ransum yang anyar. saat sebelum serta setelah pergantian ransum pula bagikan multivitamin serupa Vita Stress. Pemberian ransum janganlah hingga terlambat sebab hendak mempengaruhi  pembuatan telur.

Pencahaya'an Yang Optimal
Pada Budidaya Puyuh layer, pemancaran sinar matahari sungguh berguna buat diamati. Lama pemancaran yaitu aspek mempengaruhi pada kesuburan telur. Lama pemancaran pengaruhi transmutasi ransum yang dipakai Budidaya Puyuh. Budidaya Puyuh yang menemukan pemancaran lebih lama hendak menggunakan ransum lebih banyak. hendaknya pemancaran cahaya pada puyuh betina dikasihkan sepanjang 24 jam.

Terutama pada saat puyuh betina yang baru mulai bertetelur, akan tetapi pemancaran cukup dikasihkan 15 jam sehabis seluruh puyuh bertelur. puyuh hendaknya memperoleh cahaya dari bohlam lampu 25 watt yang diletakkan di tiap kandang dengan ukuran 8 x 6 meter 6 buah lampu.

Hindari Kondisi Gaduh
Menghindari kondisi gaduh yaitu salah satu metode biar Budidaya Puyuh senantiasa fit dan kesuburan Budidaya Puyuh sungguh didetetapkan oleh ketenteraman dalam berpembuatan. jauhkan Budidaya Puyuh dari kondisi hingar-bingar dan gaduh dengan cara tiba-tiba sebab akan membikin Budidaya Puyuh makin stress sampai merendahkan kesuburan sampai-sampai kematian.

Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Budidaya Puyuh
Pengamatan kesehatan Burung Puyuh wajib dilakoni setiap saat, yakni ketika pemberian ransum dan air minum, membersihkan tahi, memberikan vaksin, ataupun gerakan teratur yang ada. Tujuannya biar kendala  kesehatan puyuh terpantau, serupa kurang gairah makan ataupun isyarat terserang penyakit. tenaga kerja kandang pula wajib kritis ketika pemantauan kandang sekiranya mendeteksi puyuh yang terhimpit wajib dibantu buat dilepas. arti Jahe buat itik ( Puyuh serta Ayam )

Budidaya puyuh mempunyai kemampuan yang cakap buat dibesarkan. biar kemampuan itu mampu dijamah pastinya gembala harus mencermati penyeimbang program kesehatan yang pas dan terciptanya area yang nyaman. berikutnya, diperlukan manajemen perlindungan yang terkoordinasi dengan cakap biar produksi mampu bertahan lebih lama dan profit optimal mampu dihasilkan gembala. Salam.

Demikian Penjelasan singkat tentang tata cara menjaga kesehatan burung puyuh, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang kesehatan ternak kita.

Minggu, 27 November 2022

PROGRAM PEMBESARAN DOD BEBEK PETELUR YANG BAIK DAN BENAR

PROGRAM PEMBESARAN DOD BEBEK PETELUR YANG BAIK DAN BENAR

Hallo..... Sedulur Ternak, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Berjumpa kembalii dengan kami semoga sedulur semua tidak bosan ya...? Begitu Juga kami tidak akan pernah bosan untuk menyajikan informasi seputar dunia Peternakan. Kali ini Kami akan menyajikan informasi tentang Tata Cara Budidaya Bebek Petelur. semoga sedikit pengalaman yang kami bagikan ini bermanfaat untuk sedulur Ternak yang ingin memulai usaha budidaya bebek petelur ini. langsung saja kita ke materi pembahasan.

Bila Anda ingin membudidayakan bebek petelur, yang wajib kita ketahui adalah, ada beberapa tahapan pemeliharaan yang perlu diperhatikan. Mulai dari pemeliharaan DOD umur sehari, program perawatan, program pembesaran, Jenis kandang yang digunakan, pemberian pakan, minuman dan pemasaran saat panen. Dengan pemeliharaan yang baik dan optimal tentunya akan mendukung pertumbuhan DOD yang baik, sehingga dapat menghasilkan produkksi yang bagus, entah itu jenis pedagiing atau petelur.

Jika bibit bebek petelur yang kita budidayakan agar menghasilkan telur tentunya jenis bebek betina yang harus kita pelihara. Ada beberapa jenis bebek petelur yang unggul dalam produktifitasnya. Seperti contoh sebagai berikut ini :

  1. Bebek Betina Mojosari
  2. Bebek Alabio
  3. Bebek Cirebon atau Rambon
  4. Bebek Khaki Champabel
  5. Bebek Magelang
  6. Bebek Tegal
  7. Bebek Bali
  8. Bebek Buff Duck
  9. Bebek Indian Runner

Dalam memulai ternak bebek petelur tentunya peternak sendiri yang dapat menentukan jenis bebek manakah yang akan dibudidayakan sebagai penghasil telur. Untuk bebek yang tim hobiternak sarankan sebaiknya beternak bebek petelur jenis betina mojosari. Karena produktifitas telur yang dihasilkan pun relatif tinggi, serta harga bibitnya juga terjangkau. Mendapatkan bibit bebek betian mojosari ini tidaklah sulit, kami dari hobiternak juga menyediakan DOD Bebek Mojosari usia baru saja menetas.

Apa itu Bebek Betina Mojosari ?
Bebek Mojosari merupakan salah satu jenis bebek yang unggul dalam produktifitas telurnya. Asal mula bebek mojosari ini merupakan persilangan antara Bebek Jawa dengan Bebek Liar (mallard) yang berasal dari desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Untuk penyebaran bebek mojosari tersebut sudah sampai ke seluruh wilayah Indonesia, seperti Pulau Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Jawa, Sumatra dan Papua. Pada postur tubuh bebek ini memiliki bentuk tubuh yang ramping yang menyerupai botol. Untuk warnanya sendiri berwarna kecoklatan. Sedangkan untuk bobotnya masing – masing jenis  kelamin memiliki standar bobot yang relatif sama yakni berkisar 1, 6 – 1, 7 kg per ekornya. 
Memiliki jumlah produksi telur sebanyak 90 – 95 % atau sekitar 230 – 250 butir per tahun. Untuk bobot telur per butirnya mencapai 65 – 70 gram.
Bebek petelur mojosari ini akan mulai memasuki usia bertelur ketika memasuki 22 – 24 minggu. Dan memiliki lama produksi sekitar 3 tahun.

Bebek ini biasanya banyak diternak pada daerah pegunungan yang sejuk dan dingin, tetapi tidak menutup kemungkian dapat diternak di daerah dataran rendah. Cara ternak bebek agar menghasilkan hasil yang maksimal bisa dilakukan dengan dua cara yakni dengan cata intensif dan ekstensif. Tetapi alangkah baiknya jika dalam pemeliharaan bebek petelur ini menggunakan cara ekstensif. Bebek mojosari apabali dipelihara dengan sistem angon atau dilepas liarkan disawah akan berefek pada produktifitas telurnya.

Produkltifitas bebek akan menjadi menurun skitar 130 butir saja per tahunnya. Jadi, sebaiknya peternak tetapa memelihara bebek mojosari dengan sistem instensif yakni tetap dikandangkan agar produktifitas tetap baik rata – rata 265 butir per tahun.

Bagaimana Cara Ternak Bebek Untuk Pemula ?
Saat ini beternak bebek merupakan kegiatan yang banyak diminati oleh masyarakat, baik masyarakat pedesaaan maupun perkotaan. Cara ternak bebek yang baik dan memberikan keuntungan peternak harus mempelajari menejemen pemeliharaan yang tepat dan sesuai. Dimulai dari masa anakan, remaja hingga masa bertelur.

Selain itu peternak juga harus selalu memperhatikan dalam hal pemberian pakan. Pakan yang diberikan untuk ternak bebek mojosari juga harus mengandung gizi yang sesuai untuk pertumbuhan. Lalu bagai mana cara beternak bebek yang baik bagi pemula ? Mari kita pelajari bersama, berikut penjelasannya

Merawat DOD yang Baru Saja Tiba di Kandang
DOD Bebek atau bibit bebek yang baru saja menetas, ternyata masih memiliki cadangan makanan didalam tubuhnya. DOD Bebek ini dapat tahan makan dan minum selama tiga hari. Anakan bebek yang telah memeasuki usia satu hari keatas harus segera mendapatkan perawatan yang baik.

Perawatan ini bertujuab agar bebek terhindar darui serangan penyakit. Setelah DOD Bebek Mojosari Petelur sampai dikandang,istirahatkan sejenak sekitar 30 menit, hal ini bertujuan agar DOD dapat menyesuaikan engan lingkungan barunya.

DOD Mojosari Usia Baru Saja Menetas
Setelah beristirahat sejenak, peternak dapat memberikan ramuan atau minuman yang diberi larutan gula jawa. Setelah itu peternak dapat memberikan pakan DOD bebek tersebut.

Persiapan Kandang untuk DOD Bebek Petelur
Kandang yang digunakan untuk pemeliharaan DOD dapat berupakan kandang boks atau kandang panggung. Biasanya peternak menggunakan model kandang tersebut dengan berbahan kawat ram. Untuk lantai kandang pun juga demikian, menggunakan kawat ram yang diberikan alas halus. Tujuan penggunaan lantai beralaskan kawat ram ini agar kotoran bebek dapat langsung jatuh ke bawah, sehingga kaki bebek tetap bersih. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa mereawat DOD bebek juga dapat menggunakan tipe kandang postal. 

DOD Mojosari Petelur
DOD Bebek Mojosari yang dipelihara dengan sistem kandang tipe Postal
Sebelum kandang digunakan alagkah baiknya jika dilakukan penyemprotan menggunakan disinfektan. Hal ini bertujuan untuk mematikan kuman dan bakteri. Kemudian peternak bisa meletakan induk buatan dengan alat pemanas dari lampu listrik. Biasanya lampu tersebut berupa lampu bohlam dengan ukuran 5 watt. Pengunaan lampu listrik tersebut diharapkan sampai bebek menginjak usia 3 minggu. Karena pada usia tersebut bebek masih rentan terhadap suhu udara yang dingin.
Aturan Penggunaan Lampu pada DOD Bebek :
  • Usia Bebek Minggu Pertama Dengan Suhu 32 Derajat
  • Minggu Kedua Dengan Suhu 27 Derajat
  • Minggu ketiga Sengan Suhu 21 Derajat

Untuk mengetahui suhu yang sesuai dengan anakan bebek, peternak dapat menetahuinya dari penyebaran anak itik dibawah alat pemanas. Apabila suhu didalam kandang terlalu dingin, maka DOD bebek akan mengumpul didbawah alat pemanas atau lampu. DOD bebek akan berdesak – desakan sehingga terlihat bertumpuk. Bila suhu terlalu panas, DOD akan menyebar menjauh dari lampu pemanas.

Sedangkan jika keadaan suhu  atau alat pemanas sesuai dengan suhu tubuh, maka DOD akan menyebar secara merata di bawah alat pemanas. Setelah adanya pemasangan lampu sebagai penghangat, peternak bisa meletakan wadah pakan dan minum didalam kandang.

Usahakan agar peternak dapat mengatur jarak antar tempat pakan. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi berkumpulnya anak bebek dalam satu tempat karena bisa mengakibatkan anak bebek berebut makanan.

Kandang Bebek Mojosari
Salah satu contoh bentuk kandang Bebek Mojosari untuk anakan
Kepadatan dalam satu kandang dapat berisi sekitar 20 – 25 ekor per meter persegi untuk usia DOD bebek 0 – 4 minggu. Sedangkan untuk usia bebek 5 – 8 minggu, kepadatan bebek dapat dikurangi menjadi 10 – 15 ekor per meter persegi.

Pengurangan jumlah tersebut bertujuan untuk memberikan ruang gerak yang luas bagi pertumbuhan DOD bebek. Setelah bebek dod berumur 21 hari, kita perlu memindahkan ke kandang yang lebih besar. Kandang yang sesuai adalah kandang ren yang mempunyai penyekat yang bisa dibongkar pasang.

Pada umur 2 bulan penyekat sudah dapat dilepaskan dan bebek mulai diumbar dikandang yang lebih besar. Saat berumur 3 bulan bebek dapat diumbar keluar kandang. Saat itu tubuh bebek sudah cukup kuat berjalan mencari makan sendiri. Sebulan kemudian, bebek dikembalikan ke kandang untuk pembesaran dan persiapan memasuki masa bertelur.

Pemeliharaan Bebek Dara hingga Bebek Dewasa 
Setelah anak bebek berusia 5 – 20 minggu atau sekitar 5 bulan, peternak perlu memindahkan ke kandang yang lebih besar. Kandang yang sesuai adalah kandang ranch. Pemeliharaan bebek usia dara ini bertujuan untuk memdapatkan bebek petelur yang berkualitas. Bagian dalam kandang ranch ini dibagi menjadi dua bagian, yakni kandang umbaran dan kandang untuk bertelur dan beristirahat. Pada bagian kandang yang beratap, lantainya perlu diberikan alas berupa sekam, jerami kering, atau serbuk gergaji.

Dalam pemberian alas tersebut sebaiknya peternak dapat memberikan campuran pasir dan kapur. Kegunaan pasir tersebut berfungsi untuk menyerap air sehingga lantai kandang tidak menjadi lembab, sedangkan kapur berfungsi untuk menyerap amoniak yang timbul dari kotoran bebek. 

Pemberian alas tersebut memiliki perbandingan 1:2:5, untuk pasir, kapur, sekam, serbuk, gergaji, dan jerami dengan ketebalan 20 cm. Alas kandang tersebut sebaiknya dilakukan pembalikan secara teratur sehingga lantai kandang tetap dalam keadaan kering dan tidak basar.

Pemeliharaan Bebek Remaja 
Bagian kandang tertutup digunakan untuk tempat beristirahat dimalam hari dan bertelur dipagi hari Sera berlindung dari sengatan matahari di kala siang dan berlindung dikala hujan. Sedangkan pada bagian kandang umbaran merupakan tempat bebek untuk minum, makan dan bermain. Bagian kandang ini juga perli diberikan kolam atau saluran air sebagai tempat minum atau mencelupkan kepala dan badannya.
Memasuki Masa Bertelur 
Pemeliharaan dan perawatan masa remaja pada saat persiapan menjelang masa bertelur merupakan fase yang penting. Masa tersebut disebut sebagai maes. Masa maes bermula saat bebek belajar bertelur pertama kali hingga menjelang gugur bulu yang pertama. Bebek akan mulai berproduksi telur ketika memasuki usia 23 minggu. Tipe kandang yang cocok untuk bebek siap bertelur yakni kandang ranch, sama seperti pemeliharaan bebek dara menuju dewasa. Perbedaannya dengan kandang bebek dara yakni didalam kandang disiapkan tempat untuk bertelur yang berfungsi sebagai sarang.

Pembuatan sarang ini terbuat dari sekam, sekam tersebut bersifat luak dan tidak merusak telur. Perlu diketahui juga bahwa kebersihan kandang juga harus diperhatikan dengan baik. Seperti kebersihan tempat makan, minum dan lantai. Bebek akan memasuki masa – masa bertelur pukul 03.00 – 09.00 pagi. Pada jam – jam tersebut usahakan agar peternak tidak mengeluarkan bebek untuk keluar kandang.

Produktifitas telur bebek akan semakin meningkat jika menejemen pemeliharaan dalam hal pakan tercukupi dengan baik, Masing – masing bebek ternyata mempunyai perbedaan dalam memulai masa bertelur. Pada awalanya produksi telur belum stabil. Dari pemeliharaan 100 ekor, jumlah produksi 300 butir per hari yang dihasilkan. Tetapi sebulan kemudia produksi telur bebek akan mengalami peningkatan , dari 100 ekor dapat bereproduksi 75 – 80 butir per tahun.

Perawatan Bebek Masa Gugur Bulu atau Mabung 
Menjelang gugur bulu yang pertama, peternak dapat mulai menyeleksi bebek yang dapat digunakan untuk petelur. Bebek yang belum pernah bertelur sampai gugur bulu pertama dapat segera dipisahkan dan dapat dijadikan sebagai bebek penghasil daging atau bisa dijual sebagai bebek afkiran. Bebek yang memenuhi syaratlah yang dijadikan sebagai penghasil telur. Pada saat bebek berumur 10 – 12 bula maka produktifitas telur bebek akan menurun. Hal tersebu akan menjadi tanda bebek akan mengalami masa gugur bulu tahap pertama.

Setiap bebek tentu tidak sama dalam melewati masa rontok bulu. Bila peternak menginginakan bebek yang diternakkan bersamaan dalam rontok bulu maka pada saat bebek berusia 10 bulan perlu dipusakan selama 3 hari atau tidak diberikan makan. Selama 3 hari tersebut bebek hanya diberi minuman hingga bebek menjadi lemas dan bulunya mulai rontok.

Gambaran Bebek atau Itik yang sedang mengalami rontok bulu atau mabung
Setelah memasuki hari ke – 4 barulah bebek dapat diberi pakan sedikit demi sedikit. Jatah pemberian pakan tersebut hanya 1/4 porsi yang bias diberikan, hari ke – 6 sebanyak 3/4 dan hari ke – 7 baru sesuai porsi yang sebenarnya. Kemudian bebek akan kembali gemuk dan bulunya serentak akan rontok.

Selanjutnya pakan bebek dapat ditambahkan karbohidrat sedikit demi sedikit. Contoh pakan yang mengadung karbohidrat ada nasi kering, gabah dan jagung. Setelah berusia 3 minggu dari masa rontok bulu bebek akan mulai memproduksi telur kembali dengan stabil, berkisar 80 – 90 %.Dengan dilakukannya puasa tersebut akan mempercepat masa bertelur kembali. Jika tidak maka bebek bisa bertelur kembali dalam jangka waktu 3 bulan.

Pemberian Pakan yang sesuai untuk ternak Bebek Petelur 
Pakan merupakan kebutuhan utama yang dibutuhkan untuk bebek. Pemberian pakan yang baik serta berkualitas akan menghasilkan hasil ternakkan yang unggul dalam produksi. Tanpa adanya pakan yang cukup, produksi telur bebek juga tidak akan sesuai dengan target maksimal. Biaya yang dikeluarkan peternak untuk kebutuhan pakan berkisar 60 – 70 %.

Besarnya biaya yang dikeluarkan petenak ini menunjukan bahawa pakan sangat menentukan keberhasilan peternak dalam budidaya bebek. Fungsi utama dari pemberian pakan yakni sebagai sumber penghasil energi. Energi tersebut akan menghasilkan zat – zat gizi yang tentunya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok bebek dalam memproduksi telurnya. Adapun zat – zat gizi yang dibutuhkan untuk bebek diantaranya ada :

  • Karbohidrat
  • Protein
  • Lemak
  • Air
  • Vitamin
  • Mineral

BekaBekatul dapat di berikan untuk Bebek bila sudah berusia diatas 1 bulan bekatul dapat di berikan untuk ayam JOPER bila sudah berusia diatas 1 bulan

Bekatul dapat di berikan untuk Bebek bila sudah berusia diatas 1 bulan, Secara umum bentuk fisik bahan pakan untuk bebek terbagi menjadi beberapa point dibawah ini :  

Bahan Pakan Butiran : Kacang – kacngan, jagung, sorgum, gabah dan lain – lain
Bahan Pakan Tepung : tepung ikan, tepung tulang, dedak halus, dan lain sebagainya

Bahan Pakan Cairan
Perlu diketahui juga bahwa pemberian pakan pada bebek juga harus disesuaikan dengan usia bebek. Untuk pemberian pakan bebek peteur seperti mojosari ini, dibagi menjadi 3 pola pemberian. Diantaranya adakah sebagai berikut ini
  • Pemberian pakan fase strater (DOD / Bibit bebek) : 1 – 4 minggu
  • Pemberian pakan fase grower (bebek remaja) : 5 – 22 minggu
  • Pemberian pakan fase layer (bebek dewasa) : 22 – 144 minggu

Salah satu pakan yang bisa di berikan untuk bebek petelur yaitu konsentrat

Pakan dengan kandungan protein tinggi sangat dibutuhkan karena digunakan untuk pertumbuhan jaringan tubuh. Bila kebutuhan pakan fase strater tidak terpenuhi dengan baik maka pembentukan dan pertumbuhan jaringan tubuh seperti : kulit, tulang, daging dan otot akan berjalan dengan baik.

Demikian cara pemeliharaan bebek petelur mulai dari usia bebek DOD hingga masa bertelur. Hal tersebut perlu diketahui bagi peternak agar produktifitas telur bebek dapat meningkat. Bagi Anda yang ingin beternak bebek petelur mojsari, kami dari hobiternak.com menyediakan DOD Bebek Peking, Bebek Hibrida, Bebek Lokal Jantan, dan DOD Lokal Mojosari. 

Produk Pertanian :
PGPR                                             Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                          Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar                      Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                               Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                              Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                         Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                                 Harga    Rp. 30.000/Liter

Produk Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person



Senin, 27 Juni 2022

CARA MENCEGAH DAN MENGATASI PENYAKIT BURUNG PUYUH HANYA DENGAN PROBIOTIK

CARA MENCEGAH DAN MENGATASI PENYAKIT BURUNG PUYUH
HANYA DENGAN PROBIOTIK

Penyakit puyuh pada dasanya sama, antara penyakit puyuh petelur dan penyakit puyuh pedaging. Pada intinya, penyakit puyuh disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur atau virus yang merugikan.
Oleh sebab itulah, salah satu cara untuk mencegah dan menanggulanginya adalah dengan memanfaatkan bakteri baik (apatogen) yang bisa melawan serangan penyakit. Lebih jelasnya, berikut ini adalah jenis hama dan penyakit pada burung puyuh beserta dengan pencegahan dan pengobatannya yang perlu Anda ketahui :

Radang Usus (Quail Enteritis)
Penyebab radang usus (quail enteritis)

Penyakit radang usus (quail enteritis) ini disebabkan oleh serangan bakteri anaerobik. Bakteri-bakteri tersebut berkumpul dan membentuk spora yang menyerang usus puyuh. Akibat hal itu, terjadilah peradangan pada usus puyuh yang menyebabkan terganggunya proses pencernaan pada ternak.
Gejala serangan radang usus (quail enteritis)
Gejala yang paling umum timbul dari serangan penyakit ini adalah ternak puyuh tampak lesu dan malas bergerak. Selain itu, matanya lebih sering tertutup, bulunya tampak kusam, serta kotoran yang berubah menjadi lebih encer dan berair. Pada kotoran tersebut, jika dianalisa akan menunjukkan adanya asam urat.
Pencegahan radang usus (quail enteritis)
salah satu pencegahan yang paling efektif dari penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan kandang besarta alat makan-minum ternak. Selain itu, Anda harus memperhatikan SOP/tata laksana pemeliharaan ternak.
Pastikan bahwa kandang ternak dan lingkungannya terbebas dari tampat bersarangnya bakteri, jamur dan penularan virus. Selain itu, jangan lupa juga untuk memberikan suplemen yang mengandung bakteri baik (apatogen) untuk melindungi ternak dari serangan bakteri jahat (patogen).

Penanggulangan radang usus (quail enteritis)
Hal pertama yang perlu Anda lakukan ketika mengetahui adanya ternak yang terjangkit penyakit radang usus ini adalah memisahkannya dari koloni (mengkarantina). Ini bertujuan agar ternak yang sakit tidak menularkan ke ternak yang sehat.
Selain mengkarantina, Anda juga harus segera membersihkan kandang dari kotoran, serta mensterilkan kandang. Ini bertujuan agar bakteri yang tertinggal disekitar kandang tidak masuk ke tubuh ternak yang sehat.
Pada ternak yang sakit, segera berikan Suplemen Organik Cair OHN 99 Spesialis Ternak yang mengandung bakteri baik seperti Pseudomonas alcaligenes, Micrococcus roseus, Bacillus mycoides, Bacillus pumilus, dan Bacillus brevis. Selain mengandung bakteri baik yang bisa melawan bakteri jahat pada usus, produk ini juga mengandung multivitamin, mineral dan asam amino essensial juga non essensial yang dapat mempercepat penyembuhan penyakit.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Penyebab tetelo (NCD/new casstle diseae)

Tetelo ini merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh para peternak unggas. Umumnya penyakit ini menyerang syaraf, pencernaan, atau pernafasan.
Penyakit tetelo (NCD/new casstle diseae) disebabkan oleh serangan Slamonella pullorum. Bakteri ini seringkali menyebar melalui kontak dengan ternak yang sakit/terinfeksi, atau bahkan peralatan yang terkontaminasi.
Oleh sebab itulah, penyakit ini sangat mudah menyebar ke ternak-ternak sehat lainnya. Penyakit ini cukup ditakuti peternak karena penyebarannya yang cepat dan juga serangannya yang mampu membunuh ternak dalam waktu singkat.

Gejala serangan tetelo (NCD/new casstle diseae)
Untuk melakukan penanganan, maka Anda harus memahami gejala sarangannya. Serangan dari penyakit tetelo ini cukup mudah dikenali. Diantara ciri-cirinya adalah:
Ternak puyuh mengalami sulit bernafas.
Ternak mengalami batuk-batuk dan bersin.
Timbul suara ngorok.
Tubuh tampak lemah dan lesu.
Mata tampak ngantuk dan pucat.
Sayap terkulai dan timbul gejala “tortikolis” atau kepala berputar tidak beraturan, kemudian lumpuh.
Tinja tampak encer dengan warna kehijauan.

Pencegahan tetelo (NCD/new casstle diseae)
Sebagai penyakit yang membahayakan, tetelo perlu dicegah sedini mungkin. Cara pencegahan yang paling efektif adalah dengan:
Menjaga kebersihan lingkungan kandang ternak puyuh. Selain itu, jangan lupa untuk selalu memastikan bahwa kandang, peralatan, dan lingkungan sekitar tempat tinggal ternak puyuh Anda steril dari kontaminasi bakteri ini.
Mencegah tamu asing masuk kedalam kandang tanpa baju yang steril atau bisa juga dengan mensucihamakan/mensterilkan tubuh dan pakaian setiap orang yang berkontak dengan ternak.
Lakukan vaksinasi NCD untuk mencegah serangan penyakit tetelo.
Berikan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak secara rutin untuk melindungi ternak dari serangan penyakit.
Penanggulangan tetelo (NCD/new casstle diseae)
Penanganan yang tepat dan cepat ketika didapati gejala serangan penyakit tetelo dapat mencegah serangan yang semakin massif dan merugikan. Berikut ini penaggulangan penyakit tetelo (NCD/new casstle diseae) secara tepat:
Pisahkan puyuh yang sakit dari koloni (karantina)
Segera musnahkan ternak yang sakit dengan cara di bakar, jika sekiranya ternak sudah sakit dan tidak bisa diobati.
Berikan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak jika dirasa puyuh belum sakit parah.
Segera sterilkan kandang dan lingkungannya agar bakteri tidak menjangkit ke ternak yang sakit.

Berak putih (Pullorum)
Penyebab berak putih (pullorum)

Hampir sama dengan tetelo, berak putih juga disebabkan oleh serangan bakteri salmonella. Hanya saja, pada penyakit berak putih (pullorum), yang menyerang adalah Salmonella pullorum.
Bakteri jenis salmonella memang sangat cepat menyebar. Baik dengan kontak langsung antara puyuh yang sakit dan yang sehat, ataupun melalui anak kandang dan sarana-prasarana kandang.

Gejala sarangan berak putih (pullorum)
penyakit puyuh
Hampir sama dengan tetelo, gejala serangan penyakit berak putih (pullorum) adalah sesak nafas pada puyuh, nafsu makannya menghilang, bulu-bulu nya mengkerut, sayap lemah dan menggantung, serta kotoran yang berubah menjadi berwarna putih.

Pencegahan dan penanggulangan berak putih (pullorum)
Pencegahan penyakit berak putih (pullorum) dapat dilakukan sama persis seperti pencegahan dan penanggulangan penyakit tetelo. Dengan Anda mematuhi cara pencegahan dan penanggulangan tetelo, berarti Anda juga sudah mencegah penularan penyakit berak putih (pullorum).

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab cacar unggas (fowl pox)

Penyebab penyakit cacar unggas adalah virus jenis Poxvirus. Jenis virus ini cukup berbahaya karena biasa menyerang semua jenis unggas.
Jadi, ternak puyuh yang Anda budidayakan bisa tertular jenis virus ini ketika ada unggas lain dilingkungan sekitar yang terserang poxvirus atau sakit cacar air. Selain itu, penyakit cacar unggas juga bisa menyerang semua usia, mulai dari DOQ hingga yang sudah berproduksi.

Gejala cacar unggas (fowl pox)
penyakit puyuh
Gejala paling mencolok dari serangan cacar unggas adalah timbulnya bercak-bercak luka seperti keropeng-keropeng pada bagian tubuh tertentu. Seperti bagian pial, kaki, farink, bahkan mulut.
Akibat penyakit ini, unggas akan menjadi tidak nyaman dan sakit. Terlebih, jika luka tersebut dipatuk-patuk, maka bisa menyebabkan kulit terluka dan berdarah.

Pencegahan cacar unggas (fowl pox)
Pencegahan terbaik terhadap cacar unggas ini adalah dengan pemberian vaksin dipteria. Dengan begitu, puyuh akan terhindar dari serangan virus poxvirus.Penanggulangan cacar unggas (fowl pox)
Ketika Anda mendapati ternak unggas atau burung puyuh Anda mengalami gangguan cacar unggas, maka segera lakukan pemisahan ditempat tersendiri/di karantina. Kemudian, segera berikan vaksin dipteria untuk membunuh virus.
Setelah di vaksin, jangan lupa untuk memberikan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak secara teratur dengan dosis 0.3 ml/ekor. Ini bertujuan untuk meningkatkan sistem imun ternak Anda, sekaligus membunuh penyakit-penyakit lain akibat inveksi bakteri dan jamur yang mungkin menyerang.

Quail Bronchitis
Penyebab quail bronchitis
Penyebab penyakit ini adalah serangan virus quail bronchitis yang merupakan adenovirus dan bersifat sangat cepat dalam penularannya. Sesuai namanya, virus ini menyerang daerah sekitar jalur pernapasan.
Gejala serangan quail bronchitis penyakit puyuh

Ciri-ciri gejala serangan quail bronchitis tampak :
puyuh tampak lesu dan malas bergerak.
gerakan tubuh gemetar.
puyuh jadi sulit bernafas.
adanya batuk, bersin, dan mengeluarkan lendir dari hidung.
kondisi leher serta kepala agak terpuntir.

Pencegahan quail bronchitis
Pencegahan terbaik dari serangan virus adalah dengan melakukan vaksinasi. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan sanitasi yang memadai, agar kondisi ternak tetap sehat.

Penanggulangan quail bronchitis
Ternak yang sudah terserang penyakit quail bronchitis harus di karantina. Ini bertujuan untuk menghidari penularan terhadap ternak yang sehat.
Selain itu, berikan pakan dan suplemen yang sesuai. Pakan yang diberikan harus mengandung nutrisi tepat dan lengkap, sehingga dapat menjaga kondisi ternak dalam kondisi sehat.
Berikan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak secara teratur dengan dosis 0.3 ml/ekor untuk membantu meningkatkan nilai nutrisi pada pakan ternak, mencegah perkembangan bakteri jahat (patogen), mencegah serangan virus, meningkatkan sistem imun ternak, menambah kandungan mineral essensial dan non essensial, serta asam lemak baik untuk menyehatkan lambung ternak.

Aspergillosis
Penyebab aspergillosis
Penyebab serangan penyakit aspergillosis adalah jenis jamur/cendawan Aspergillus fumigatus. Sama seperti halnya jenis jamur lain, jamur Aspergillus fumigatus juga tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya, terlalu lembab, dan sanitasi yang tidak baik.
Gejala serangan aspergillosis
penyakit puyuh
Berbeda dengan serangan penyakit lainnya, gejala serangan penyakit aspergillosis tidak secara cepat membunuh ternak. Meski begitu, jika dibiarkan, maka ternak akan sakit dan mati.
Ciri utama serangan penyakit aspergillosis ini adalah gangguan pada sistem pernafasan, mata mengantuk dan terbantuk lapisan putih seperti keju, serta malas gerak dan malas makan (nafsu makan berkurang).

Pencegahan aspergillosis
Pencegahan terbaik dari penyakit aspergillosis ini adalah perbaikan sanitasi. Bertujuan agar tidak ada jamur yang hidup dan berkembang disekitar lingkungan kandang.
Selain itu, pemberian Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak juga dapat membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh ternak. Karena mengandung bakteri baik yang dapat menyerang ternak, seperti Pseudomonas alcaligenes, Micrococcus roseus, Bacillus mycoides, Bacillus pumilus, dan Bacillus brevis. Sehingga jamur atau bakteri jahat bisa dilawan oleh bakteri baik yang terkandung didalam produk ini.

Penanggulangan aspergillosis
Penanggulangan penyakit aspergillosis ini sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu mengkarantina ternak yang sakit, kemudian berikan pakan yang cukup dan tambahkan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak pada minum atau pakannya dengan dosis 0.3 ml/ekor.
Berikan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak setiap hari, pada pagi atau sore hari. Produk ini bisa melawan jamur dan bakteri jahat yang menyerang ternak. Selain itu, segera perbaiki sistem sanitasi Anda, agar penyakit serupa tidak menyerang kembali.

Cacingan
Penyebab cacingan
Cacingan pada ternak puyuh disebabkan oleh infeksi cacing pada saluran pencernaan ternak. Cacingan ini dipicu dari kondisi sanitasi kandang yang buruk, sehingga organisme penyebab penyakit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik didalamnya.

Gejala cacingan
Gejala dari serangan penyakit cacingan adalah ternak puyuh tampak kurus dari hari ke hari, lesu, lemah, dan produktivitas menurun. Meski tidak menyebabkan kematian secara cepat, cacingan ini juga dapat menjadikan ternak kekurangan nutrisi akibat dari penyerapan nutrisi yang terganggu.

Pencegahan cacingan
Pencegahan terbaik puyuh dari penyakit cacingan adalah menjaga sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya. Jangan lupa untuk aplikasikan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak pada minum atau pakannya dengan dosis 0.3 ml/ekor setiap 1 hari sekali.
Denanggulangan cacingan
Setelah mendapati adanya ternak puyuh yang mengalami cacingan, maka segera berikan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak kepada ternak yang sakit, serta pada ternak yang sehat sebagai pencegahan.
Selain itu, segera perbaiki sistem sanitas pada kandang dan lingkungan sekitarnya. Barulah setelah itu semprotkan JADAM SULFUR + JADAM WETTING AGENT ke seluruh kandang dan lingkungan sekitarnya.
Penyemprotan menggunakan JADAM SULFUR + JADAM WETTING AGENT Ini bertujuan untuk mensterilkan kandang dan lingkungannya dari bakteri, jamur dan virus penyebab penyakit tanpa membahayakan ternak yang ada didalamnya. Sebab, JADAM SULFUR + JADAM WETTING AGENT tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat membahayakan ternak.
Itu adalah jenis-jenis penyakit puyuh, baik penyakit puyuh petelur maupun penyakit puyuh pedaging yang paling sering menyerang, beserta dengan gejala serangan, pencegahan dan penanggulangannya. Jika ternak Anda mengalami gangguan dengan ciri-ciri gejala seperti diatas, maka Anda tidak perlu khawatir. Segera ikuti cara penanggulangan seperti yang disebutkan diatas.
Jangan lupa untuk aplikasikan Suplemen Organik Cair OHN 99 PLUS Spesialis Ternak pada minum atau pakan ternak puyuh dengan dosis 0.3 ml/ekor untuk mencegah semua penyakit ya..

Jika dulur-dulur ingin berkonsultasi langsung menangani penyakit pada puyuh, dulur-dulur dapat menghubungi kami secara langsung melalui live chat ataupun whatsapp kami.

Produk Pertanian :

  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person


 Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right SAUNG TERNAK Mandiri